Jumat, 17 Februari 2012

forgiveness

Belajar tentang pengampunan

Sulit sekali untuk datang dan berkata “saya minta maaf...” atau “saya telah memaafkan mu....” sekalipun, posisi saya tidak bersalah, tetapi ketika berkata “saya minta maaf...” itu berarti saya menempatkan diri saya bersalah.

Tetapi kekuatan Tuhan memampukan saya melalui semua. Ketika saya dipersalahkan tetang satu hal yang 
berat dengan berkata “gara-gara kamu!! Semua alumni Tawangmangu saya blokir!!...”

Berat!! Karena saya bingung...(emang ada apa dengan saya? Apa yang saya sudah lakukan?), tidak ada yang salah!! Tetapi mengapa salah!!. Niat yang semula baik dan tulus, menjadi tercemar. Poin utama hal yang saya sudah sampaikan menjadi buram, akhirnya mempengaruhi setiap penjelasan saya kepada beberapa orang dengan maksud meluruskan yang sudah melenceng.

Perasaan sakit dan luka mulai menganga, dan semakin besar.

Didalam kepala, tak henti-hentinya berpikir, kenapa sih!! Dengan orang ini!!. Dengan berpikir keras saya memeras otak saya dengan mencari tahu, ada apa sih sebenarnya dengan pimpinan saya ini?, mengapa begitu keras dengan suara lantang bak preman, menelepon setiap alumnus Tawangmangu dan mem-blokir pelayanan mereka di gereja ini.

Sedikit demi sedikit saya kumpulkan semua informasi, baik yang sudah terekam dalam otak saya ditambah dengan berbagai pertanyaan yang sudah saya ajukan sehingga terkumpul dan menjadi sebuah kesimpulan.....

Pemimpin rohani digereja ini KEPAHITAN!!!

Masa lalu yang belum diselesaikan dan dibereskan sehingga tidak ada rekonsiliasi, antara mantan pimpinan gereja sebelumnya dengan pimpinan gereja yang saat ini menjabat.

Maka dalam benak saya berpikir IRONIS!!

Seorang hamba Tuhan yang sudah berbicara dihadapan jemaat dan menyampaikan setiap pesan tetang KASIH DAN PENGAMPUNAN, tetapi justru tidak dimilikinya!! IRONIS BUKAN!!?
CERITA LUKAS TENTANG TUHAN YESUS TENTANG SIAPA YANG TERBESAR DALAM KERAJAAN SORGA

Saat Yesus sedang duduk ditengah hari yang terik, kemudian datanglah murid-muridNya dan bertanya “siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” lalu Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya diatara mereka (murid-murid), lalu Yesus berkata “sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk dalam Kerajaan Sorga!...”

Salah satu syarat utama agar kita bisa masuk dan bergabung sebagai warganegara SORGA, adalah MENGAMPUNI, atau tidak ada KEPAHITAN.

Yesus menegaskan bahwa jika tidak seperti anak kecil ini, maka kamu tidak akan masuk dalam KERAJAAN SORGA. Rupanya Tuhan Yesus ingin menunjukkan bahwa salah satu sikap dalam kehidupan kita harus kita miliki seperti seorang anak kecil. Artinya saat seorang anak sedang bermain dengan teman mainya, kemudian si anak dengan tidak sengaja melukai anak yang lain. Lalu kemudian mereka bertengkar dan berusaha untuk saling menyakiti satu dengan yang lain. Tetapi apakah yang terjadi!, keesokan harinya kedua anak sepermainan ini datang dan main bersama lagi, tanpa mengingat apa yang kemarin telah mereka lakukan.

Sifat yang polos dan melupakan seperti ada sebuah kata bijak berkata “FORGIVE AND FORGET...” Yesus ingin menunjukkan bahwa setiap kita harus bisa saling mengampuni, walaupun luka itu sudah lama bahkan bertahun-tahun tersimpan dalam hati. Jika tidak segera dibereskan, maka sulit bagi kita untuk masuk dalam Kerajaan Sorga...

Saya telah belajar dan terus belajar mengampuni pemimpin gereja dimana saya melayani. Meskipun hidup saya diperhadapkan dengan sebuah kenyataan yang memang sakit.
“dan ampunilah kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami...”

Pengampunan....

By HIS mercy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar